This BrandYourself profile is automatically optimized to show up high in Google

Welcome to my page

Erland's Bio:

Halo, perkenalkan. Nama saya Erland. Lahir di kota Bogor, bulan September, tanggal dan tahun lahirnya saya rahasiakan. Saya akan salut jika Anda berhasil mencari tahu tanggal lahir saya.
Saya menggemari dunia desain, khususnya desain grafis, dan baru-baru ini saya juga menggemari desain situs web (frontend), hingga merambat ke dunia IM & SEO. Saya memang selalu tertarik mempelajari hal-hal baru, terlebih lagi hal tersebut dalam dunia digital.
Saya jauh dari kata profesional, saya menganggap semua ini hanya hobi, bukan profesi. Tapi jika Anda berminat bekerja sama, saya akan sangat serius menanggapinya. Percayalah, jika sudah menyangkut perkara komitmen, saya tidak pernah main-main dan pantang untuk mengecewakan.

Cerita Liburan di Kota Semarang

Liburan selalu menjadi agenda yang paling ditunggu. Direncanakan dengan matang meski eksekusinya kadang meleset jauh dari harapan. Tapi nggak apa-apa, yang penting tetap berangkat liburan hehe
Kali ini, saya ceritakan liburan singkat kami di Semarang pasca mudik Lebaran 2016. Mengapa Semarang? Karena kota ini menyimpan nostalgia bagi saya yang notabene lulusan kampus Universitas Diponegoro. Alasan lain, karena Semarang lumayan deket dengan kampung halaman saya di Temanggung. Jadi kami bisa sisihkan waktu sebentar sebelum kembali ke metropolitan. Eh salah, Megapolitan.
Bersama rombongan, tadinya kami ingin sewa bus pariwisata di Semarang namun karena pertimbangan berbagai hal, akhirnya memutuskan untuk membawa kendaraan pribadi. Kami mengambil trip 2 hari 1 malam dan memutuskan untuk menginap di Hotel Pandanaran yang berada di tengah kota. Lalu apa saja tempat yang kami kunjungi? Mari simak cerita singkat ini.

Umbul Sidomukti

Lokasinya ada di lereng Gunung Ungaran. Tepatnya berasa di jalur tembusan Semarang dan Temanggung. Umbul Sidomukti adalah resort yang dibuat untuk menyegarkan mata warga kota. Berisi pemandangan dari atas bukit, kolam renang, dan berbagai wahana permainan seperti paralayang, flying fox, berkuda, dan beberapa wahanan menantang lainnya.
Buat saya pribadi, Umbul Sidomukti ibarat Puncaknya Bogor, atau Lembangnya Bandung. Cukup lumayan untuk sarana wisata tapi kurang nyaman karena sedikit kotor. Buat yang pengen kesana, disarankan naik mobil pribadi karena akses angkutan umum hanya sampai jalan besar. Masuk ke dalamnya tidak ada angkutan. Jalanan berkelok dan sempit, harus hati-hati.

Pusat Oleh-oleh Jalan Pandanaran

Kami turun dari wilayah Umbul Sidomukti pukul 15.00 WIB, dan menuju Semarang. Sesampainya di pusat kota Semarang, pilihan kuliner jatuh pada soto bangkong yang terkenal itu. Selepas santap siang yang telat itu, kami menuju jalan pandanaran untuk membeli oleh-oleh khas Semarang, Bandeng dan Lumpia Basah. Lalu check in di hotel.

Kampus Undip Pleburan

Setelah bersih-bersih badan dan istirahat, setelah Magrib kami lanjutkan kuliner malam di Ikan Bakar Cianjur (IBC). Lho kok ke IBC? Kan ini di Semarang? Kami lapar dan pengen makan ikan yang enak dan terjamin mutunya haha. Selepas mengisi perut, kami menyusuri jalanan Simpang Lima, Kampus Undip Pleburan, dan sempet menengok kontrakan kala berkuliah dulu.

Tugu Muda dan kampus Undip Tembalang

Sampai di sini agak bingung juga mau kemana. Muter-muter aja gitu sampe ke Tugu Muda, terus bingung puter balik, yah pokoknya gitu. Tadinya mau liat view di sekitar Gombel. Tapi anak saya keburu tertidur, jadi kita lanjutin muter-muter ke Kampus Undip Tembalang. Kampusnya mirip-mirip Universitas Padjajaran, sepi dan sendiri aku benci! Haha. Udah gitu nyasar-nyasar di dalem kampus yang sepi ampun-ampunan, belum lagi gerimis, pokoknya mistis! Tambah lagi saya yang nyetir ini juga didaulat beli sate di pinggir jalan dan pelipis saya kejedot pintu mobil sewaktu nutup pintu buru-buru karena hujan makin menerjang.

Kuil Sam Po Kong

Malam itu cukup buat kami menyusuri Semarang. Pagi harinya rada kurang bersemangat karena si kecil demam akibat AC yang lupa dikecilkan. Oya, sedikit info, semalam waktu kami pulang ke hotel, parkiran penuh. Kekurangan hotel ini adalah tempat parkir sempit, sehingga kami menggunakan jasa valet parking. Nilai plusnya, sarapan paginya TOP. Saya bilang TOP, karena menunya banyak dan rasanya enak. Beda dengan hotel-hotel budget yang terkadang cuma nasi goreng, bubur ayam dan roti. Ini beneran banyak, kupat tahunya juga enak.
Next, kami ke Sam Poo Kong. Saya bingung, ini kuil apa masjid. Katanya muslim, tapi kok isinya mirip klenteng yak. Dan bangunannya udah jaman sekarang banget, kurang berasa sejarahnya. Ga greget aja gitu menurut saya yang sotoy ini.

Nah.. Segitu dulu ya jalan-jalannya. Kok gak ke lawang sewu? Tadinya abis dari Sam Po Kong mau lanjut ke situ, tapi anak saya makin tinggi demamnya, saya putuskan uuntuk balik ke Jakarta. Hehe
Oya, sebelum balik kami mampir di rumah makan Sate House. Ini satenya mantap bos. Seriusss.. enak banget. Padahal kita gak sengaja mampir, tadinya mau coba Nasi Gudeg Abimanyu tapi keburu abis gudegnya. Pas di tengah jalan nemu tmpt makan ini. Nasi goreng spesialnya mantap, sate ayamnya top, tongseng ayam jg ga kalah ajib. Buat yg suka sate kambing juga ada. Hehe.. Cerita ini dikutip dari https://indomagz.weebly.com/blog/cerita-liburan-di-semarang

Erland's Interests & Activities:

Blogger, Traveler

© 2020 BrandYourself - Manage your online reputation